PSMS VS PERSIB 1985 : REKOR PENONTON TERBANYAK SEPANJANG SEJARAH SEPAKBOLA INDONESIA

PSMS VS PERSIB 1985 : REKOR PENONTON TERBANYAK SEPANJANG SEJARAH SEPAKBOLA INDONESIA
"Potret Peristiwa Final Perserikatan antara PSMS Medan vs Persib Bandung di Senayan pada 1985 silam. (Sumber : Facebook Zona Memori Sepakbola Indonesia)"

"Di zaman sekarang, Sepakbola Indonesia terlihat dipandang remeh oleh sebagian kalangan karena banyaknya Perselisihan, Suap, sampai Tragedi yang merenggut nyawa kemanusiaan. Akan tetapi, dibalik semrawutnya kompetisi di Tanah Air. Sepakbola Indonesia pernah menyajikan sebuah kisah yang tak akan pernah dilupakan sepanjang sejarah. Ya, di blog kali ini, penulis akan menceritakan Kisah Sejarah Sepakbola Indonesia yakni Peristiwa Final Perserikatan musim 1985 yang mempertemukan PSMS Medan vs Persib Bandung di Stadion Utama Senayan. Yang bikin peristiwa ini menarik adalah banyaknya penonton yang membludak sampai nyaris di pinggir lapangan. Dan tercatat sebagai jumlah penonton terbanyak sepanjang sejarah Sepakbola Indonesia. Penasaran kisah lengkapnya?, yuk simak ulasan berikut!"

Perserikatan 1985
"Skuad PSMS Medan pada Perserikatan musim 1985. (Sumber : Facebook Zona Memori Sepakbola Indonesia)"

"Kejadian ini diawali dengan sengitnya duel antara PSMS Medan dan Persib Bandung. PSMS dan Persib tercatat pertama kali bertemu pada 1952 silam. Pertemuan kedua tim ini pasti dilalui dengan tensi yang sangat tinggi dan memanas. Tercatat pada musim 1983-1985, kedua tim ini merupakan tim dengan materi pemain yang sangat bagus. PSMS Medan dengan pemain seperti Ponirin, Mameh Sudiono, sampai Sunardi B. Sedangkan Persib diisi pemain seperti Adeng Hudaya, Adjat Sudrajat, dan Robby Darwis. PSMS Medan tercatat menjuarai kompetisi Perserikatan sebanyak 6 kali, terakhir pada musim 1983. Serta Persib Bandung tercatat menjuarai kompetisi Perserikatan baru sekali yakni pada 1961 silam. Bagi yang belum tahu, Perserikatan merupakan Liga Sepakbola Indonesia yang sudah dimulai dari zaman Kolonial Belanda, tepatnya pada musim 1929. Kompetisi Perserikatan mempertemukan Tim-tim dari seluruh Nusantara yang dibagi menjadi 2 wilayah, yakni wilayah barat dan timur. Perserikatan telah melahirkan Juara dari tim seperti Persis Solo, PSIM Jogja, Persija Jakarta, PSM Ujungpandang, Persebaya Surabaya, Persib Bandung, dan PSMS Medan. Namun, Perserikatan harus terhenti pada musim 1994 karena dilebur menjadi Liga Indonesia (Ligina) yang bertahan sampai sekarang. Nah, itulah sejarah singkat dari Perserikatan yang menjadi tonggak sejarah kompetisi Sepakbola Indonesia. Oke, kita kembali ke pembahasan kompetisi Perserikatan musim 1985."

"Perserikatan musim 1985 digelar pada 15 Januari - 23 Februari 1985 yang mempertemukan 12 tim yang lolos ke Putaran Pertama dan dibagi menjadi 2 wilayah, yakni wilayah barat dan timur. Sebanyak 3 tim dari masing-masing wilayah akan lolos ke Babak 6 Besar. PSMS Medan dan Persib Bandung tergabung dalam Wilayah Barat. Di wilayah barat diisi oleh 6 tim seperti PSMS Medan, Persib Bandung, Perseman Manokwari, PSP Padang, Persiraja Banda Aceh, dan Persija Jakarta. Singkat waktu, Persib Bandung berhasil meraih puncak klasemen wilayah barat disusul dengan Perseman Manokwari dan PSMS Medan. Kedua tim (PSMS dan Persib) sempat bertemu di Aceh dan berakhir imbang 2-2. Ketiga tim ini berhak lolos ke babak 6 besar. Di Babak 6 Besar, beberapa tim harus meraih posisi 1 & 2 untuk lolos ke Babak Final. Disini dihuni beberapa tim yang lolos seperti PSMS Medan, Persib Bandung, Perseman Manokwari dari wilayah barat dan PSM Ujungpandang, Persebaya Surabaya, dan Persipura Jayapura dari wilayah timur. PSMS Medan dan Persib Bandung sempat bertemu kembali kali ini dimenangkan oleh PSMS Medan dengan skor 1-0 serta kedua tim juga menduduki peringkat 1 & 2 yang berhak lolos ke babak final. Kedua tim memang menunjukkan ambisi yang serius untuk mencapai gelar Juara Perserikatan musim 1985 ini."

Final Perserikatan 1985
"Suporter yang memadati Stadion Utama Senayan pada partai Final Perserikatan 1985. (Sumber : Facebook Zona Memori Sepakbola Indonesia)"

"Pertandingan Final Perserikatan musim 1985 akan digelar di Stadion Utama Senayan pada tanggal 23 Februari 1985. Disaat itu, kedua suporter dari kedua tim berbondong-bondong ke Jakarta demi melihat tim kesayangannya mengangkat trofi. Pada saat itu, jumlah suporter yang datang ke Senayan melebihi jumlah kursi di Tribun Stadion Utama Senayan. Kursi di tribun hanya mencakup 120.000 penonton. Namun di Pertandingan ini, suporter yang datang dan memadati Stadion Utama Senayan sebanyak 150.000 penonton. Ini menjadi Rekor Penonton Terbanyak Sepanjang Sejarah Sepakbola Indonesia bahkan sampai Asia. AFC menyebut, bahwa jumlah penonton ini nyaris menyamai Peristiwa Maracanazo di Brazil pada 1950 silam. Jumlah Suporter didominasi dari pendukung Persib Bandung yang notabene jaraknya lebih dekat ke Jakarta dibanding dengan pendukung PSMS Medan. Saking banyaknya jumlah penonton hingga luber ke pinggir lapangan, pihak berwajib sampai kewalahan menangani suporter yang totalnya mencapai 150.000 orang. Laga juga harus ditunda hingga pukul 19:00 malam, seharusnya laga dimulai pada pukul 16:00 sore. Sempat ada isu untuk pertandingan ditunda saja, tetapi pihak penyelenggara tetap kekeh untuk menggelar partai Final di Senayan. Hingga akhirnya dengan terpaksa, partai final tetap diselenggarakan di Senayan pada pukul 19:00 malam dengan penonton yang sudah mulai disterilkan ke dekat tribun. Dan partai Final Perserikatan 1985 pun dimulai."

"Sesaat setelah kick-off dibunyikan, kedua tim bermain sangat ngotot dan penuh tensi tinggi. Peluang terbuka bagi PSMS Medan di menit 14, disaat itu, Muhammad Sidik berhasil mencetak gol ke Gawang Persib Bandung yang membuat Suporter PSMS bersorak-sorai. Disaat itu, Persib Bandung sempat tertekan hingga pada menit 35, Lagi-lagi Muhammad Sidik berhasil menggandakan keunggulan menjadi 2-0 untuk PSMS Medan. Keunggulan tersebut bertahan hingga babak pertama usai. Babak kedua dimulai, kedua tim masih menampilkan permainan yang memukau. Hingga disaat pemain Persib Bandung dilanggar di Kotak Penalti PSMS yang berbuah penalti bagi Persib Bandung. Kesempatan tersebut tidak disia-siakan oleh Iwan Sunarya yang berhasil memperkecil kedudukan menjadi 2-1 pada menit ke-65. 10 menit kemudian, di menit ke-75, Persib Bandung berhasil menyamakan kedudukan menjadi 2-2 melalui Adjat Sudrajat yang menyambut umpan dari Pojok Lapangan dan disundul oleh Adjat untuk menjadi gol. Sontak, seluruh suporter PSMS Medan terdiam dan berbalik riuh ke Suporter Persib Bandung yang merayakan gol tersebut. Kedudukan 2-2 bertahan hingga Babak Penuh dan pemenang harus ditentukan melalui drama adu penalti. Adu Penalti tersebut mempertemukan kedua kiper top yakni Ponirin dan Sobur. Nyatanya, kedua kiper ini berhasil menepis tendangan dari pemain inti kedua tim seperti Sunardi B dan Iwan Sunarya. PSMS Medan berhasil memasukkan 2 gol melalui Musimin dan Mameh Sudiono. Dan Persib Bandung hanya memasukkan 1 gol melalui Adjat Sudrajat. Pemain Persib Bandung, Robby Darwis mendapat tekanan didirinya, jika dia berhasil memasukkan bola, maka adu penalti berlanjut, dan jika tidak gol, maka PSMS yang menjadi juara. Disaat Robby Darwis mengambil eksekusi penalti, Ponirin dengan sapuan tangannya berhasil menggagalkan eksekusi penalti yang dilakukan oleh Robby Darwis. Pertandingan tersebut pada akhirnya berakhir dengan Kemenangan PSMS Medan dengan skor 2-2 (2-1). Dan, PSMS Medan berhasil menjadi Juara Perserikatan 1985 melalui perjuangan yang teramat dramatis."

Gelar terakhir PSMS Medan
"Koran Harian Kompas yang meliput PSMS Medan Juara Perserikatan 1985. (Sumber : Kompas.com)"

"PSMS Medan secara resmi menjadi Juara Kompetisi Perserikatan 1985. Ini merupakan gelar ke-enam sekaligus terakhir bagi PSMS Medan. Setelah itu, mereka terus menjadi Runner-up Perserikatan dan Liga Indonesia. Hingga kabar terbaru, PSMS Medan berada di Kasta Kedua Liga Indonesia. Berbanding terbalik dengan Persib Bandung yang selalu konsisten tiap musimnya. Tercatat, Persib berhasil menjuarai Perserikatan pada musim berikutnya, musim 1986. Serta juga turut menjadi Juara di Liga Indonesia 1994/1995 dan ISL 2014. Persib kini berada di Kasta Pertama Liga Indonesia dan selalu tampil baik setiap musimnya. Namun terlepas itu semua, pertandingan PSMS Medan vs Persib Bandung di Final Perserikatan 1985 yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Tetap menjadi pertandingan paling memorable serta memecahkan rekor dengan penonton terbanyak sepanjang sejarah Sepakbola Indonesia yakni sebanyak 150.000 penonton. Final Perserikatan 1985 juga dinobatkan sebagai Laga Final Perserikatan paling seru sepanjang kompetisi tersebut diselenggarakan. Serta duel PSMS Medan dan Persib Bandung layak disebut sebagai El Clasico / Derby Indonesia Klasik. Kini, Peristiwa tersebut layak dikenang sebagai Peristiwa paling memorable dalam Sejarah Sepakbola Indonesia."


Created by : Nalindra Wangsa J

Komentar