KETIKA INDONESIA MELAWAN MARADONA DI PIALA DUNIA JUNIOR

 

"Potret Diego Armando Maradona disaat melawan Timnas Indonesia di Piala Dunia Junior pada tahun 1979 yang diselenggarakan di Jepang. (Sumber : Goal.com)"

"Kiprah Timnas Indonesia di kancah dunia memang bisa dibilang cukup memuaskan. Terbukti dengan banyaknya prestasi yang didapat terkhusus di bidang olahraga seperti sepakbola. Di sepakbola walaupun kita jarang mendapatkan trofi akan tetapi paling tidak Timnas Indonesia berani unjuk gigi di panggung dunia. Seperti yang akan kita bahas di blog kali ini dimana penulis akan membahas perjalanan tak terlupakan Timnas Indonesia Junior ketika menghadapi Diego Armando Maradona yang pada saat itu berusia 18 tahun disaat pertandingan tersebut berlangsung. Penasaran bagaimana ceritanya?. Mari kita simak ulasan berikut!"


Lolos lewat Jalur Kualifikasi akibat mundurnya Korea Utara


"Skuad Timnas Indonesia pada gelaran Piala Dunia Junior 1979. (Sumber : Liputan6.com)"

"Semua perjalanan ini dimulai pada gelaran Piala Asia Junior 1978. Disaat itu, Timnas Indonesia dilatih oleh Sutjipto Suntoro. Pada Piala Asia Junior 1978, Indonesia berhasil menaklukan perlawanan Malaysia & Bangladesh untuk bisa lolos ke ajang Piala Dunia Junior. Namun nyatanya, hasil yang mereka raih belum bisa lolos kualifikasi ke Piala Dunia Junior karena selisih poinnya terpaut cukup jauh dari kontestan lainnya yakni Korea Utara & Korea Selatan. Beruntungnya pada saat itu, Korea Utara menyatakan untuk mengundurkan diri akibat ada masalah internal di negaranya yang harus diselesaikan. Hal tersebut membuat Indonesia layak lolos ke Piala Dunia Junior karena selisih poin Indonesia dengan Korea Utara yang paling mendekati untuk lolos kualifikasi. Bisa dibilang disaat itu Timnas Indonesia Junior lolos lewat jalur hibah :v. Indonesia bersama Korea Selatan berhasil menjadi wakil AFC di Piala Dunia Junior dan disinilah perjalanan tak terlupakan Timnas Indonesia Junior asuhan Sutjipto Suntoro pun dimulai."


Tergabung di Grup Neraka

"Potret pertemuan Timnas Indonesia & Timnas Argentina di Piala Dunia Junior. Nampak ada Diego Maradona yang sedang berpapasan dengan pemain Indonesia. (Sumber : Bola.com)"

"Piala Dunia Junior 1979 diselenggarakan di Jepang sebagai tuan rumah yang dihelat mulai 25 Agustus - 7 September 1979 dengan mempertemukan 16 tim terbaik dari seluruh dunia dan dibagi dalam 4 grup. Indonesia termasuk kedalam Grup B yang berisi Grup Neraka yakni Argentina, Polandia, dan Yugoslavia. Tentunya ini merupakan jalan yang tidak mudah bagi Garuda Muda karena harus berhadapan dengan negara yang levelnya jauh diatas kita. Akan tetapi, skuad asuhan Sutjipto Suntoro tak gentar menghadapi perlawanan negara besar tersebut. Skuad Timnas Indonesia pada Piala Dunia Junior kali ini diisi oleh pemain muda berbakat seperti Bambang Nurdiansyah, Bambang Sunarto, Subangkit, Budhi Tanoto, Arief Hidayat, hingga sang kiper Endang Tirtana. Pada 29 Agustus 1979, Timnas Indonesia akan memainkan pertandingan perdananya melawan Argentina di Stadion Omiya, Tokyo. Pertandingan tersebut ditonton lebih dari 15.000 penonton yang ingin melihat aksi gemilang Diego Armando Maradona yang pada saat itu berusia 18 tahun dan masih membela Boca Juniors. Dalam liputan media Jepang, Maradona dijuluki sebagai "Keajaiban Dalam Dunia Sepakbola" karena gaya permainannya yang dinilai menyihir siapapun yang menontonnya. Timnas Argentina yang kala itu dilatih pelatih Cesar Luis Menotti dengan pemain berkaliber Maradona & Ramon Diaz siap mengobrak abrik pertahanan Timnas Indonesia."

"Pertandingan dimulai dengan permainan menekan dari kedua tim namun Argentina cenderung lebih agresif dalam melakukan pola penyerangan. Terbukti di 20 menit awal Indonesia tertinggal 3 gol dari Argentina hingga masuk ke paruh waktu, Indonesia tertinggal dengan skor 5-0. Gol tersebut dicetak oleh Ramon Diaz yang mencetak Hattrick sementara sisanya adalah Diego Maradona yang berhasil mencetak brace/2 gol ke gawang yang dijaga Endang Tirtana. Pada babak kedua, tidak ada gol yang tercipta sehingga skor akhir adalah 5-0 untuk kemenangan Argentina. Seluruh stadion bergemuruh meneriakkan nama Diego Armando Maradona yang dinilai tampil memuaskan sepanjang pertandingan. Sementara di Timnas Indonesia dinilai tampil tidak terlalu buruk dan bisa melakukan evaluasi untuk pertandingan berikutnya. Yang jelas kita bisa mendapatkan pengalaman yang sangat berharga di pertandingan lainnya dan bisa menjadi bahan evaluasi kedepannya."

Pengalaman tak terlupakan

"Diego Maradona berselebrasi usai mengandaskan perlawanan Timnas Indonesia di Piala Dunia Junior 1979. (Sumber : X = tphoto)"

"Meskipun kalah dari 5-0 dari Argentina dan di pertandingan berikutnya melawan Polandia & Yugoslavia kita dibantai masing-masing dengan skor 6-0 & 5-0, skuad kita bisa dibilang mampu unjuk gigi di ajang ini walaupun ujung-ujungnya dibantai habis-habisan. For Your Information, Argentina pada akhirnya keluar sebagai juara di Piala Dunia Junior 1979 setelah di final mengalahkan Uni Soviet dengan skor 3-1 dan Maradona keluar sebagai Player Of The Tournament di Piala Dunia Junior 1979. Setelah gelaran tersebut, Maradona tampil bersama Timnas Argentina & berhasil membuat sejarah dengan meraih gelar juara Piala Dunia 1986 di Mexico dan menjadi Legenda yang tak terlupakan sepanjang sejarah sepakbola. Sementara pemain Timnas Indonesia asuhan Sutjipto Suntoro banyak yang melenggang ke skuad utama Timnas Indonesia seperti Bambang Nurdiansyah, Subangkit, dan Endang Tirtana. Sungguh manis kenangan yang tersaji disini dan kita bisa menjadi bagian dari sejarah sepakbola yang penuh dengan intrik serta momen yang tak terlupakan dan akan selalu diingat sepanjang masa."


Cipt : Nalindra Wangsa J

Komentar