TIMNAS PRA OLYMPIC 1976 : KALA TIMNAS NYARIS LOLOS OLIMPIADE MODAL PEMAIN LOKAL

TIMNAS PRA OLYMPIC 1976 : KALA TIMNAS NYARIS LOLOS OLIMPIADE MODAL PEMAIN LOKAL
"Skuad Timnas Indonesia pada Pra-Olympic 1976. (Sumber : Facebook Zona Memori Sepakbola Indonesia)"

"Di tahun 2024 ini, Timnas Indonesia selangkah lagi masuk ke Olimpiade Paris 2024 melalui Jalur Piala Asia U-23 dan Indonesia sudah memasuki babak Semifinal atau Babak Pra-Olympic setelah di Perempat Final mengalahkan Korea Selatan melalui Drama Adu Penalti dengan skor 2 (11)-(10) 2. Tentunya keberhasilan Timnas Indonesia tidak lepas dari tangan dingin Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong yang menciptakan Generasi Emas Timnas Indonesia di era modern. Tapi tahukah anda, bahwa Timnas Indonesia pernah mempunyai Generasi yang ditakuti pada masanya dan materi pemainnya full Lokalpride. Yang prestasinya pernah nyaris lolos ke Olimpiade Montreal 1976 dan dijuluki sebagai Generasi Macan Asia Timnas Indonesia. Bagaimana kisah lengkapnya?. Yuk simak kisah sejarah berikut!."

Skuad Timnas Pra-Olympic 1976
"Wajah-wajah Pemain Timnas Indonesia Pra-Olympic 1976. (Sumber : Bola Okezone)"

"Skuad Timnas Indonesia di era 70an pernah ditunggangi oleh Pelatih asal Belanda, Wiel Coerver dengan materi pemainnya yang bernuansa "Lokal-Pride". Mulai dari Kiper, Ronny Pasla. Kiper ini merupakan salah satu Kiper Terbaik Sepanjang Sejarah Timnas Indonesia. Ronny Pasla lahir di Medan pada 1947 dan memulai karier klubnya di PSMS Medan, Persija Jakarta, dan Indonesia Muda. Disaat itu, Ronny Pasla sedang memperkuat Persija Jakarta. Ronny Pasla dikenal karena pernah menepis Tendangan Penalti Pele kala Indonesia vs Santos pada 1972 silam. Selanjutnya, ada dibagian Bek yakni Johanes Auri, Sutan Harara, dan Lukman Santoso. Ketiga pemain ini berposisi sebagai Bek Tengah dan juga Bek Sayap. Auri berada di klub Persipura, Harara berada di Persija, dan Lukman Santoso yang berposisi sebagai Libero dan berada di Persebaya Surabaya. Selanjutnya dibagian gelandang, ada Oyong Liza, Nobon Kayamudin, dan Sueb Rizal. Ketiga pemain ini berposisi sebagai Gelandang Tengah dan Gelandang Bertahan. Oyong Liza pada saat itu bermain untuk Persija, Nobon Kayamudin bermain untuk PSMS Medan, dan Sueb Rizal bermain untuk PSM Ujungpandang dan Persija Jakarta. Kemudian dibagian depan ada Junaedi Abdillah, Sofyan Hadi, dan Suhatman Imam. Junaedi Abdillah merupakan Pemain Sayap yang pada saat itu bermain untuk Persebaya Surabaya dan menjadi Pemain Terbaik sepanjang Turnamen Pra-Olympic. Sofyan Hadi yang berposisi sebagai Pengatur serangan depan bermain untuk Persija Jakarta namun pada saat itu belum sempat diturunkan. Sofyan Hadi juga merupakan pelatih Persija Jakarta yang meraih Juara Liga Indonesia pada tahun 2001 silam. Suhatman Imam pada saat itu juga bermain untuk PSP Padang dan menjadi starter pada saat melawan Malaysia. Kemudian yang terakhir, ada nama seperti Iswadi Idris, Anjas Asmara, dan Andi Lala. Ketiga pemain ini berposisi sebagai Pemain Depan Timnas dan Persija Jakarta. Selain itu, ada banyak Nama-nama Pemain lainnya yang masuk dalam Skuad Pra-Olympic 1976. Contohnya seperti, Eddy Sabenan dan Taufik Lubis yang menjadi Pemain Pelapis Timnas di era kepelatihan Wiel Coerver."

Turnamen Pra-Olympic 1976
"Timnas Indonesia ketika menghadapi Singapura di Pra-Olympic 1976 yang digelar di Stadion Utama Senayan, Jakarta. (Sumber : Kompas)"

"Pada tanggal 29 Januari 1976, pelatih Wiel Coerver mengumumkan ada 21 Pemain yang tergabung dalam Skuad Timnas Indonesia yang berlaga di Turnamen Kualifikasi Olimpiade Montreal 1976 pada 15-26 Februari 1976. Timnas Indonesia bergabung ke dalam Grup yang berisi Singapura, Malaysia, Papua Nugini, dan Korea Utara. Pada awal turnamen, Indonesia harus berhadapan dengan Singapura dan bermain imbang dengan skor 0-0. Kemudian, Indonesia berhasil membantai Papua Nugini dengan skor 8-2. Pada pertandingan ketiga, Timnas Indonesia akan berhadapan dengan Korea Utara. Namun, Timnas harus mengakui kekalahan Korea Utara dengan skor 1-2. Setelah itu, Timnas harus berhadapan dengan Malaysia yang diisi pemain seperti Mokhtar Dahari, Santokh Singh, dan Soh Chin Ahn. Namun secara dramatis, Indonesia berhasil mengalahkan Malaysia dengan skor 2-1 melalui Babak Tambahan. Itu artinya Indonesia mempunyai 5 Poin dan Korea Utara juga tampil sangat baik di Pertandingan Grup hingga menyapu bersih dan total mendapatkan 8 Poin. Indonesia harus mau tidak mau memenangkan Pertandingan Penentuan melawan Korea Utara. Penentuan Juara Grup harus ditentukan melalui Pertandingan Penentu yang akan digelar di Stadion Utama Senayan pada tanggal 26 Februari 1976 malam. Jikalau Indonesia berhasil menjuarai Grup ini maka Timnas Indonesia berhak mendapatkan tiket ke Cabang Sepakbola Olimpiade Montreal 1976."

Pertandingan Penentu melawan Korea Utara
"Timnas Indonesia ketika berhadapan dengan Korea Utara di Pertandingan Penentu Pra-Olympic 1976 di Stadion Utama Senayan, Jakarta. (Sumber : Kompas)"

"Pada tanggal 26 Februari 1976, Timnas Indonesia dijadwalkan melawan Korea Utara di Babak Penentu Pra-Olympic 1976 di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Seluruh elemen masyarakat berbondong-bondong ke Senayan hingga memadati Stadion yang berkapasitas 120.000 penonton tersebut. Ajaibnya, Penonton berhasil menduduki Senayan sesuai Kapasitas Stadionnya. Yang artinya, Penonton yang hadir ada sekitar 120.000 lebih orang yang memadati Senayan. Penonton menganggap Pertandingan ini juga merupakan Pertandingan bersejarah karena selangkah lagi Timnas Indonesia lolos ke Olimpiade Montreal 1976. Pertandingan baru dimulai pada Malam Hari sekitaran Pukul 19:00. Ketikan pertandingan dimulai, Kedua Tim menampilkan permainan Ngotot dan tak mau kalah. Korea Utara dengan permainan defensifnya dan mengandalkan Serangan Balik serta Indonesia dengan permainan cepatnya melalui Sayap Iswadi Idris dan Sueb Rizal. Namun, sampai Turun Minum, kedudukan masih imbang 0-0. Memasuki babak kedua, kondisi semakin panas, Korea Utara justru lebih menekan pada babak kedua. Namun, Ronny Pasla dengan keahliannya berhasil menggagalkan peluang Korea Utara. Hingga menit 90 terakhir dan Perpanjangan waktu, skor masih 0-0. Pertandingan harus ditentukan melalui Babak adu penalti. Pelatih Wiel Coerver sudah menyediakan Algojo untuk menendang penalti. Algojo pertama yakni Iswadi Idris, Junaedi Abdillah, dan Waskito berhasil memasukkan bola. Korea Utara juga berhasil mengeksekusi penalti dengan baik. Skor pada saat itu masih 3-2 untuk keunggulan Indonesia. Hingga akhirnya, Oyong Liza yang akan menjadi Algojo Penalti gagal mengeksekusi Penalti hingga ditepis oleh Kiper Korea Utara. Korea Utara memaksa Adu Penalti dilakukan hingga babak Sudden Death. Setelah itu, Anjas Asmara juga gagal dalam mengeksekusi karena tendangannya terlalu pelan. Kemudian, Risdianto memperkecil kedudukan menjadi 4-4. Dan Korea Utara berhasil nyekor hingga menjadi 5-4. Penendang terakhir dari Timnas Indonesia yakni Sueb Rizal. Jikalau ini gagal, maka Timnas gagal tampil di Montreal. Dan benar saja, tendangan Sueb Rizal melenceng ke sisi gawang dan Korea Utara memastikan diri sebagai Tim yang lolos ke Olimpiade Montreal 1976. Kekecewaan Suporter berbuntut pada Kerusuhan yang terjadi di Stadion Utama Senayan, Jakarta. Para pemain tak kuasa menahan air matanya karena mereka Nyaris Lolos ke Olimpiade Montreal 1976 secara dramatis. Mereka tidak bisa mengulangi Peristiwa Olimpiade Melbourne 1956 dimana Andi Ramang dan kawan-kawan berhasil lolos ke Melbourne dan pernah menahan Imbang Uni Soviet 0-0. Kata Anjas Asmara, kejadian gagal penalti di Pra-Olympic 1976 tersebut merupakan titik terendah dalam hidupnya selama menjadi Pemain Sepakbola."

Akankah Sepakbola Indonesia lolos ke Olimpiade
"Momen ketika Indonesia U-23 berhasil mengalahkan Korea Selatan U-23 pada babak perempat final Piala Asia U-23 2024 melalui drama adu penalti dan berhak lolos ke Semifinal dan selangkah lagi lolos ke Olimpiade Paris 2024. (Sumber : Instagram Asean Football)"

"Sudah sangat lama sekali Sepakbola Indonesia sudah tidak merumput di Olimpiade. Terakhir Sepakbola Indonesia merumput di Olimpiade Melbourne 1956. Di tahun 2024 ini juga adalah peluang kita untuk lolos ke Olimpiade Paris 2024. Setelah di babak Perempat Final Piala Asia U-23 2024 mengalahkan Korea Selatan melalui drama adu penalti dengan skor 2 (11)-(10) 2. Indonesia selangkah lagi lolos ke Olimpiade Paris 2024 yang akan digelar pada pertengahan tahun 2024. Perjalanan Sejarah Timnas Indonesia Pra-Olympic 1976 cukup dijadikan sebagai Kenangan Sejarah Timnas Indonesia yang tak terlupakan bahwa kita pernah berada di fase tersebut pada masa lampau. Semoga Sepakbola Indonesia makin baik kedepannya dan berhasil membawa nama bangsa ke kancah dunia."


Created by : Nalindra Wangsa J

Komentar