RONALDO NAZÁRIO : KISAH PESEPAKBOLA TERBAIK SEPANJANG MASA
"Brazil adalah Negara yang melahirkan Pesepakbola berbakat terbaik di Dunia. Namun meskipun begitu, Brazil juga dikenal dengan Negara yang kental akan Budaya dan Olahraganya, terkhususnya Sepakbola. Banyak pemain sepakbola terbaik yang lahir dari Negeri Samba ini. Salah satunya adalah yang kita akan bahas di Blog kali ini tentang Pemain Sepakbola asal Brazil yang dicap pengamat sebagai Pemain Sepakbola terbaik Sepanjang Masa. Penulis akan menceritakan Perjalanannya dari Masa Kecil, berkembang dan dilirik oleh Legenda Sepakbola, menjadi terkenal, Kontroversi, Gaya Hidup, sampai Pensiun. Inilah kisah "Ronaldo Nazário".
Masa Kecil Ronaldo Nazário
"Ronaldo Luis Nazário de Lima" adalah seorang Pemain Sepakbola yang lahir di Rio de Janeiro, Brazil pada tanggal 18 September 1976. Sejak kecil, Ronaldo tumbuh kembang sebagai Anak Jalanan karena Keterbatasan Ekonomi. Karena sering menjadi Anak Jalanan, sepakbola lah yang menjadi Permainan sehari-hari Ronaldo. Bakatnya mulai terasah ketika berusia 10 tahun, dimana ia mulai dimasukkan ke Akademi klub Sepakbola di Brazil mulai tahun 1986. Kemampuannya menimba ilmu di Akademi membuat Ronaldo mulai dilirik oleh Klub-klub besar di Brazil, pada saat itu Ronaldo masih berusia 17 tahun. Pada tahun 1993, disaat Ronaldo Nazário masih bermain untuk Akademi klub Sao Cristovao. Ia mulai dilirik oleh Legenda Brazil yang memenangkan Piala Dunia 1970 bersama Pele dan Carlos Alberto. Pemain tersebut adalah "Jairzinho". Jairzinho kemudian menawarkan Ronaldo untuk masuk ke Klub besar di Brazil, yakni "Cruzeiro" dan Ronaldo mulai dimasukkan kedalam Skuad Timnas Brazil U-17 pada 1993. Di Cruzeiro ia mulai dikontrak selama 1 Tahun dan ia mengemas 34 Gol dari 34 Pertandingan. Pada tahun 1994, ia dimasukkan kedalam skuad Timnas Brazil yang berlaga di Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat. Meskipun menjadi Juara, Ronaldo tidak dimasukkan kedalam satu pertandingan pun di Piala Dunia 1994 tersebut."
PSV Eindhoven (1994-1996)
"Pasca Piala Dunia 1994, Ronaldo Nazário memutuskan untuk mulai berkelana ke Eropa hingga kemudian Ronaldo berlabuh ke Klub besar Belanda, PSV Eindhoven dengan bandrol $6 juta di usianya yang ke-18 tahun. Di PSV Eindhoven, Ronaldo Nazário mulai menunjukkan ketajamannya dengan mengemas 42 Gol dari 46 pertandingan. Namun ketika di PSV, ia lebih sering berkutat pada cedera lutut kanan yang kelak menjadi Penyakit yang terus menggerogotinya sepanjang kariernya. Cedera tersebut membuat kariernya di PSV sedikit tidak mulus. Ronaldo ketika di PSV pernah mempersembahkan Trofi Piala KNVB.
Barcelona (1996-1997)
"Setelah menampilkan penampilan spektakuler di PSV, Ronaldo kemudian dipinang oleh Klub katalan, Barcelona pada musim panas 1996 dengan Nilai Transfer 12 Juta Poundsterling. Pada saat itu, Sir Bobby Robson yang pada saat itu menjabat sebagai Manajer Barcelona berencana merekrut Alan Shearer dari Blackburn Rovers, namun hasilnya ditolak dan beralih ke Ronaldo Nazário. Selama berseragam Barcelona, Ronaldo Nazário menampilkan Permainan Sepakbola yang menarik dengan Gaya bermain Cepat dan menusuk jantung pertahanan lawan. Seperti yang dilakukan Ronaldo ketika melawan Celta Vigo di La Liga. Dimana di match tersebut, Ronaldo mengacak-acak pertahanan Celta Vigo hingga berbuah gol. Hal ini membuat Ronaldo mendapatkan Penghargaan sebagai Pemain Muda terbaik versi FIFA. Di Barcelona pula, ia total mengoleksi 47 Gol dari 49 Pertandingan dan telah mempersembahkan gelar Piala Winners Cup, Copa Del Rey, dan Piala Super Spanyol. Namun pada tahun 1997, Barcelona justru menunda perpanjangan kontrak kepada Ronaldo sehingga membuat Ronaldo tidak bahagia dan pada bursa transfer musim panas 1997, Ronaldo akhirnya hengkang dari Barcelona.
Inter Milan (1997-2002)
"Setelah hengkang dari Barcelona, Ronaldo kemudian direkrut oleh Tim Raksasa Italia, Inter Milan pada tahun 1997 dengan harga 19 Juta Poundsterling yang pada saat itu memecahkan Rekor Transfer Pemain Sepakbola. Di Inter Milan, kariernya bisa dibilang naik turun karena berkutat dengan Cedera Ligamen Lutut kanannya. Pada musim pertamanya di Inter ia mampu tampil maksimal dengan mengemas 34 Gol dari 47 Pertandingan. Dan mampu mengantarkan Inter Milan menjuarai UEFA Cup setelah di Final Inter Milan mampu mengalahkan Lazio dengan skor 3-0. Atas Prestasinya tersebut, ia kemudian dipercaya menjadi tandem Timnas Brazil di Piala Dunia 1998 di Perancis. Namun sayangnya, cedera misterius yang dideritanya di Partai Final melawan Prancis membuat Peforma Ronaldo menurun tajam. Di musim keduanya di Inter, ia tidak bisa tampil maksimal dan hanya mencetak 14 Gol dari 19 Pertandingan. Di musim ketiganya, ia mengalami Cedera Ligamen Lutut bagian kanan ketika melawan Lecce. Dokter pun sampai melakukan Operasi dan membuat Ronaldo absen hingga akhir musim. Pada tanggal 12 April 2000, di partai Coppa Italia melawan Lazio, Ronaldo diturunkan sebagai starter. Baru tampil 7 menit, Ronaldo langsung tumbang menahan rasa sakit, karena Ronaldo mengalami Cedera Lutut kembali hingga mengakibatkan dirinya melakukan 2 Operasi dan direhabilitasi selama 20 bulan. Pada tahun 2002, Ronaldo baru sembuh dari cederanya dan dipanggil oleh Timnas Brazil di Piala Dunia 2002. Ajaibnya, Brazil malah menjadi Juara di Piala Dunia tersebut. Dan Fans Inter Milan mengharapkan Ronaldo mampu membawa Inter Milan meraih gelar Scudetto pada musim 2001/2002. Apesnya gelar tersebut hilang seketika disaat Inter Milan dipaksa tumbang oleh Lazio dan kalah Head to Head Poin dari Juventus dan AS Roma. Hal ini membuat Ronaldo Nazário memutuskan untuk hengkang dari Inter Milan karena akan dipinang oleh Real Madrid pada transfer musim panas 2002. Di Inter Milan, total Ronaldo mengemas 59 Gol dari 99 Pertandingan."
Real Madrid (2002-2006)
"Pada transfer musim panas tahun 2002, Ronaldo Nazário resmi direkrut oleh Klub Raksasa Spanyol, Real Madrid dengan bandrol 39 Juta Poundsterling. Ronaldo Nazário kemudian mengubah pola permainannya yang sebelumnya gaya bermain sprint dan menusuk pertahanan lawan. Sekarang dirubah menjadi gaya bermain mencari ruang dari kosongnya bek lawan. Ronaldo juga mengubah nomornya yang sebelumnya nomor 9 berubah menjadi 11. Di Real Madrid, Ronaldo total mengemas 127 Gol dari 124 Pertandingan. Gelar yang didapatkan Ronaldo ketika membela Real Madrid adalah Gelar La Liga 2002/2003, Interkontinental Cup, dan Piala Super Spanyol. Ronaldo disaat membela Real Madrid ia pernah dilanda cedera lutut kembali pada musim keduanya berseragam Los Galacticos. Sampai pada tahun 2006, Ronaldo Nazário sempat berseteru dengan Fabio Capello, manajer Real Madrid kala itu terkait tentang Perpanjangan Kontraknya. Namun sayangnya, Permintaan tersebut ditolak dan Ronaldo harus angkat kaki dari Santiago Bernabeu disaat usianya yang ke-30 tahun. Ada faktor yang mempengaruhi, pertama adalah Peforma Ronaldo yang semakin menurun akibat berat badannya yang semakin gemuk. Yang kedua adalah Masa Ronaldo sebagai seorang Striker harus tersingkirkan oleh nama Striker ternama di Real Madrid seperti Michael Owen dan Ruud Van Nistelrooy."
AC Milan (2007-2008) dan Pensiun di Corinthians (2009-2011)
"Setelah resmi keluar dari Real Madrid, Pada 26 Januari 2007, Ronaldo Nazário resmi direkrut oleh AC Milan dengan harga 7,5 Juta Poundsterling. Hal ini tentu memicu amarah dari Fans Inter Milan, mengingat Ronaldo Nazário pernah berseragam Inter Milan dan meraih kesuksesan besar disana. Di AC Milan, Ronaldo Nazário masih belum bisa tampil maksimal sehingga mampu mengemas 9 Gol dari 20 Pertandingan yang dijalaninya. Ronaldo Nazário bertahan di AC Milan hanya semusim saja karena masalah fisik yakni Cedera Lutut bagian kiri yang otomatis membuat Ronaldo Nazário tidak bisa bermain sepakbola secara penuh. Pada tahun 2008, Ronaldo memutuskan untuk pulang kampung ke Brazil. Sempat dirumorkan akan direkrut oleh Flamengo. Tapi pada tahun 2009, Ronaldo Nazário resmi direkrut oleh Rival Flamengo, Corinthians. Di Corinthians, ia menghabiskan masa tuanya sebagai seorang pemain sepakbola. Hingga pada 14 Februari 2011, Ronaldo Nazário resmi memutuskan untuk Gantung Sepatu sebagai seorang pesepakbola. Ia sepanjang kariernya biasa dikenali dengan sebutan "Il Fenomeno."
Karier Ronaldo Nazário di Timnas Brazil
"Ronaldo Nazário ketika selebrasi seusai mencetak gol bagi Timnas Brazil ketika melawan Jerman di Final Piala Dunia 2002. (Sumber : Bola.com)"
"Karier Ronaldo Nazário di Timnas Brazil dimulai pada tahun 1993, dikala ia masih berada di Timnas Brazil U-17. Kemudian pada tahun 1994, ketika ia dipanggil untuk memperkuat Timnas Brazil di Piala Dunia 1994 Amerika Serikat bersama Romario dan Bebeto. Namun pada saat itu, Ronaldo Nazário hanya berada di Bangku Cadangan. Kemampuan Il Fenomeno di Timnas Brazil mulai meroket ketika berhasil menjuarai Copa America 1997, Piala Konfederasi 1997, dan Piala Dunia 1998. Di Piala Dunia 1998, sebenarnya Ronaldo bisa saja Juara asalkan tidak mengalami cedera yang misterius dikala Final Piala Dunia. Kemudian peforma Ronaldo Nazário kembali meroket disaat kembali menjuarai Copa America 1999 hingga puncaknya pada Pergelaran Piala Dunia 2002 Korea-Jepang. Disaat itulah, Ronaldo Nazário berhasil mengantarkan Brazil menjadi Juara Dunia yang ke 5 kalinya setelah di Final menumbangkan Jerman dengan skor 2-0. Setelah Piala Dunia 2002, Ronaldo pernah memperkuat Timnas Brazil di Piala Dunia 2006 Jerman. Dan itu merupakan Penampilan terakhirnya sebagai seorang pesepakbola di karier internasional. Total bersama Timnas Brazil, Ronaldo Nazário mencetak 62 Gol dari 98 Pertandingan."
Gaya Hidup yang Nyentrik dari Ronaldo Nazário
"Ronaldo Nazário alias Il Fenomeno selain menjadi seorang Pesepakbola yang hebat, Ronaldo juga menjadi seorang pesepakbola yang terkenal nyentrik. Dimana pada Piala Dunia 2002, Ronaldo Nazário tampil dengan setelan gaya rambut yang sedikit nyeleneh, yaitu Gaya Rambut Bross yang menyisakan sisa rambut diatas dahi. Hal ini tentu menjadi Buah bibir di seluruh Dunia dan semua orang membicarakannya dan menirunya. Bahkan di Indonesia, para bocah-bocah banyak yang menirukan gaya rambut ini sampai dimarahin emak saking nyelenehnya. Ronaldo Nazário pernah memberikan pernyataan saat diwawancara stasiun TV terkait tentang Gaya Rambutnya. Ia mengatakan bahwa Alasan Ronaldo memotong Rambutnya dengan Gaya yang nyentrik adalah untuk melakukan Langkah Taktis dan Pengalihan Isu terkait tentang Cedera yang dialaminya belakangan ini. Jadi semua orang tertuju pada Rambutnya bukan Cederanya, ujarnya. Kini, Ronaldo Nazário setelah pensiun menjadi seorang Pengamat Sepakbola di Brazil."
Created by : Nalindra Wangsa J
Komentar
Posting Komentar