TRAGEDI HEYSEL : FINAL CHAMPIONS YANG BERUBAH MENJADI PETAKA
"Potret Peristiwa Kericuhan yang terjadi di Stadion Heysel, Belgia jelang Partai Final Piala Champions 1985. (Sumber : KOMPAS)"
"Sepakbola tidak setara dengan nyawa". Kalimat tersebut mungkin terlihat relate dengan zaman sekarang yang notabene menonton Hiburan berubah menjadi Petaka/Tragedi. Seperti pada kasus Tragedi Kanjuruhan, 1 Tahun yang lalu. Tragedi tersebut menewaskan 135 orang. Pemicunya adalah Gas Air Mata yang ditembakkan Polisi secara ngasal ke Tribun Penonton yang sarat akan Manusia. Peristiwa tersebut sangat menyita perhatian dunia bahkan dicap sebagai Tragedi Sepakbola terburuk ke 2 sepanjang sejarah. Selain Kanjuruhan, dunia pernah dibuat membisu oleh satu kejadian pada 1985. Ya, kejadian tersebut merupakan Tragedi Heysel yang terjadi pada tanggal 29 Mei 1985 yang menewaskan 39 orang dan 600 lainnya luka-luka. Di blog kali ini, Penulis akan membawakan Kejadian ini berdasarkan Kronologi, Penyebab dan Konsekuensi, hingga Pasca-Tragedi yang menyebabkan Tim Inggris harus dihukum tidak bisa main di Kompetisi Eropa selama 5-6 tahun. Dan inilah kisah Tragedi Heysel."
Kronologi Tragedi Heysel
"Kejadian ini bermula pada tanggal 29 Mei 1985, kala itu UEFA menggelar Partai Final Piala Champions (sekarang bernama UEFA Champions League) musim 1984/1985 yang akan digelar di Stadion Heysel, Brussels, Belgia. Final tersebut dijalankan akan berlangsung seru. Karena pada saat itu kedua tim sedang moncer-moncernya. Liverpool yang pada saat itu tengah merajai Inggris dan Eropa dengan skuad bintangnya seperti Kenny Dalglish, Ian Rush, Alan Kennedy, dan Phil Neal yang semuanya dikomandoi oleh Manajer "Bob Paisley". Sedangkan Juventus pada saat itu juga tengah moncer-moncernya di Kompetisi Italia dengan Pemain bintangnya seperti Michael Platini, Paolo Rossi, Marco Tardelli, dan Michael Laudrup yang semuanya dikomandoi oleh Pelatih "Giovanni Trapattoni". Di hari itu, semua pendukung dari kedua belah tim berangkat bersama ke Belgia untuk menonton Final Piala Champions. Baik dari Hooligans Liverpool dan Tifosi Juventus semuanya sama-sama berangkat ke Belgia. Pada saat itu, Liverpool lebih diunggulkan untuk menjadi Juara karena Pemain Bintangnya dan Koleksi Prestasi yang telah Liverpool raih beberapa tahun belakangan. Pada pukul 14:30, terlihat para suporter dari kedua belah tim telah memasuki Stadion Heysel. Setelah mereka memasuki Tribun, Mulai dari mereka melakukan nyanyian ejekan satu sama lain. Celakanya, pada saat mereka melakukan Psywar, tepat 1 Jam sebelum Kick-off. Kubu Hooligans Liverpool ternyata tidak terima hingga akhirnya mereka menembus Pagar pembatas Tifosi Juventus dan langsung roboh. Para tifosi Juventus yang ternyata telah kena serangan Hooligans Liverpool berusaha menjauh. Tapi sayangnya, massa yang semakin banyak membuat kebanyakan dari mereka menumpuk di satu titik yaitu Dinding Pembatas Tribun. Massa yang semakin banyak membuat Dinding Pembatas Tribun menjadi roboh dan semua orang berhamburan keluar dan loncat dari Tribun. Ada dari mereka bahkan tidak sempat keluar dan pada akhirnya terinjak-injak oleh Orang yang kalang kabut mencari Jalan Keluar. Para Polisi dan Penjaga tampak kewalahan menghadapi Massa yang semakin banyak menumpuk dan terinjak-injak. Akibatnya, total korban dari Tragedi ini mencapai 39 orang, dan 600 lainnya Luka-luka. Kejadian tersebut terjadi pada pukul 15:00 waktu setempat, tepat 1 Jam sebelum Kick-off."
"Meskipun terjadi Peristiwa Kerusuhan tersebut, pihak penyelenggara tetap menggelar Partai Final Piala Champions tersebut di Stadion Heysel. Pihak penyelenggara diminta untuk semua massa untuk tetap tenang dan meredam Atmosfer Kerusuhan. Tifosi Juventus sempat ingin melakukan Pembalasan ke Hooligans Liverpool tapi berhasil dicegah oleh Aparat Keamanan. Setelah semuanya tenang, Alhasil Partai Final Piala Champions 1984/1985 tetap dilangsungkan di Stadion Heysel pada pukul 18:00 waktu setempat. Di partai final tersebut, Juventus berhasil menjadi Juara setelah mengalahkan Liverpool melalui Gol semata wayang "Michael Platini" pada menit ke-56 melalui Titik Putih setelah dilanggar oleh Pemain Liverpool. Gelar Juara Piala Champions musim 1984/1985 yang diraih oleh Juventus tersebut merupakan Gelar Pertama Si Nyonya Tua di Piala Champions sekaligus Gelar yang paling Tragis karena harus melibatkan Tragedi di dalamnya."
Penyebab dan Konsekuensi
"Potret Sesaat setelah Peristiwa Tragis di Stadion Heysel terjadi, terlihat ada bagian Pagar Pembatas yang telah roboh oleh para Massa. (Sumber : Football5Star)"
"Penyebab dari Kejadian ini menurut Laporan yang diterima oleh UEFA adalah sepenuhnya terjadi kepada pihak Liverpool karena mereka memang sengaja membuat onar dengan menyerang Tifosi Juventus di Heysel. Total ada 14 orang Oknum Suporter yang dipenjara dengan ancaman pembunuhan. Bahkan pada tanggal 31 Mei 1985, Perdana menteri Inggris, "Margaret Thatcher" mendorong FA (Asosiasi Sepakbola Inggris) untuk memberikan Larangan Bermain bagi Klub Inggris di Kompetisi Eropa selama 5 Tahun, khusus Liverpool 6 Tahun. Hal ini membuat Kandidat Tim yang lolos ke Kompetisi Eropa seperti Manchester United, Everton, Chelsea, dan Tottenham Hotspur yang pada saat itu menguasai Kompetisi Inggris harus mengubur mimpinya dalam-dalam karena Tim Inggris masih dalam masa Hukuman yang berat dari FA akibat Tragedi Heysel. Akibat dari Tragedi ini juga, para Hooligans Liverpool mulai dibenci di seluruh Inggris akibat ulahnya tersebut. Dan dari Tragedi ini juga, Status Kompetisi Liga Sepakbola di Inggris sudah mulai rusak. Contohnya, seperti banyaknya kerusuhan antar suporter dan sudah kehilangan kata "Fair Play". Pada akhirnya di tahun 1992, FA mulai mengusung Kompetisi Liga yang baru, modern, dan Fair Play untuk menggantikan Kompetisi Liga Sepakbola yang lama. Kompetisi baru inilah yang kini kita kenal dengan nama "Premier League" dan kini statusnya telah menjadi Liga Terpopuler di dunia."
Pasca-Tragedi
"Plakat Peringatan Tragedi Heysel yang diletakkan di Stadion Heysel, Brussels yang diresmikan pada 29 Mei 2005, tepat 20 tahun setelah Tragedi tersebut terjadi. (Sumber : SINDO)"
"Pasca-Tragedi Heysel, kedua suporter sempat saling cuek satu sama lain. Hingga pada Kompetisi Liga Champions musim 2004/2005 pada Babak 8 Besar. Kedua tim ini kembali bertemu, kini kedua tim tersebut bertemu di Stadion Anfield, Liverpool. Para suporter Liverpool menampilkan Koreo dengan kata "Amicizia" yang artinya Persahabatan. Kedua Tim ini pada akhirnya kembali berdamai setelah 20 tahun saling cuek-cuekan pasca Tragedi Heysel. Selain itu, pada tanggal 29 Mei 2005, tepat 20 Tahun Peringatan Tragedi Heysel. Di Stadion Heysel telah diresmikan Plakat Peringatan yang diletakkan di Dinding depan Stadion. Plakat tersebut bertuliskan "In Remembrance of the 39 supporters who lost their lives at the Heysel Stadium. May 29th 1985. IN MEMORIA E AMICIZIA".
Created by : Nalindra Wangsa J
Komentar
Posting Komentar