JOHAN CRUYFF : SI JENIUS PENCETUS TOTAL FOOTBALL
"Apakah anda tau Johan Cruyff?. Ya pencetus Taktik Total Football ini sangat dikenal di Dunia apalagi di Dunia Sepakbola. Tapi tahukah anda?. Sosok dengan Paras Tampan dan Jenius ini pernah berada dalam Masa-masa yang Rentang Waktunya sangat Panjang. Nah, di Blog kali ini, Penulis akan Membawakan Kisah Biografi dari Johan Cruyff, mulai dari Masa Kecilnya di Akademi Ajax, kemudian Besar dan Terkenal bersama Ajax dan Barcelona, berkelana, kemudian menjadi Pelatih, hingga akhirnya Tutup Usia. Penasaran Kisah Lengkapnya? Yuk kita simak Ulasan berikut ini!"
Masa Kecil Johan Cruyff
"Hendrik Johhanes Cruyff" lahir di Amsterdam, Belanda pada 25 April 1947. Sejak kecil, ia mempunyai Bakat di Bidang Sepakbola. Ditambah lagi, Ia dilahirkan dengan IQ diatas rata-rata. Johan Cruyff pada masa Remaja ia hanya mampu menamatkan Sekolah di Jenjang SMP. Johan Cruyff menamatkan Sekolah hanya di Jenjang SMP saja, karena ia ingin menekuni Hobinya sebagai seorang Pesepakbola Profesional. Alhasil, pada Usia 10 Tahun, Johan Cruyff dimasukkan ke Akademi Ajax Amsterdam. Dan ia berhasil membuat Takjub para Senior-seniornya dengan Kepiawaiannya dalam Mengolah Si Kulit Bundar. Hal ini menjadi Pemicu Pelatih Ajax Amsterdam untuk memasukkan Johan Cruyff ke Tim Utama Ajax Amsterdam pada Usia Muda."
Johan Cruyff di Ajax Amsterdam (1964-1973)
"Johan Cruyff masuk ke Tim Utama Ajax Amsterdam di Usia 17 Tahun pada 1964. Kala itu, Johan Cruyff diturunkan sebagai Starer pada Pertandingan kala Menghadapi Gronigen di Liga, disaat itu Ajax harus mengakui Keunggulan Groningen dengan skor 3-1. Dan Johan Cruyff berhasil mencetak Gol Perdananya di Tim Utama Ajax. Kemudian pada 3 Musim berikutnya, Johan Cruyff bersama Ajax selalu Konsisten Mengejar Gelar Juara Liga Belanda (Eredivisie). Selama 3 Musim itu, Johan Cruyff pernah menjadi Top Skorer dengan 33 Gol. Pada Musim 1970/1971, Ajax Amsterdam dikala itu berhasil menjadi Juara Piala Champions pertamanya setelah mengalahkan Panathinaikos dengan skor 2-0. Skema Permainan tersebut sudah diatur oleh Johan Cruyff dengan mengandalkan Taktik Permainan Agresi Menyerang. Pada musim berikutnya, Johan Cruyff berhasil meraih Gelar Piala Champions Keduanya bersama Ajax setelah di Final mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-0. 2 Gol tersebut dicetak melalui Johan Cruyff. Pada Musim 1972/1973, lagi-lagi Ajax Amsterdam berhasil menjadi Juara Piala Champions ketiganya setelah di Final mengalahkan Juventus dengan skor 1-0. Dan di Musim 1973 tersebut juga merupakan Musim Terakhir bagi Johan Cruyff membela Ajax Amsterdam. Di Ajax, Johan Cruyff berhasil mencetak 190 Gol dari 240 Pertandingan."
Johan Cruyff di Barcelona (1973-1978)
"Johan Cruyff ketika berseragam Barcelona (Sumber : panditfootball.com)"
"Pada Musim Panas 1973, Johan Cruyff secara resmi direkrut oleh Barcelona dengan harga 1 Juta Euro. Johan Cruyff ketika berada di Camp Nou, disambut Gegap Gempita oleh para Fans Barca. Mengingat ia Secara Terang-terangan Menyampaikan ke Publik bahwa ia lebih tertarik ke Barcelona daripada Rival Abadinya, Real Madrid. Di Barcelona, Johan Cruyff mampu mencetak 48 Gol dari 143 Pertandingan yang dijalaninya selama 5 Musim di Barcelona. Trofi yang diraih oleh Johan Cruyff di Barcelona hanya 2 Buah saja, yakni Trofi La Liga 1973/1974, dan Copa Del Rey. Di Barcelona juga, Permainan Johan Cruyff ternyata tidak terlalu menonjol dibanding ketika ia masih membela Ajax Amsterdam. Setelah bertahan selama 5 Musim, Barcelona tidak lagi memperpanjang kontraknya dengan Johan Cruyff karena alasan Peforma dan Kesehatannya Johan Cruyff yang semakin hari semakin menurun akibat Gaya Hidupnya yang lebih suka merokok daripada Latihan Sepakbola."
Berkelana di Amerika sampai sempat dipinjamkan ke Levante (1979-1981)
"Setelah hengkang dari Barcelona, Johan Cruyff kemudian berpetualang ke Liga Amerika. Disana ia direkrut oleh Los Angeles Aztecs selama 1 Musim. Setelah itu, ia Direkrut oleh Washington Diplomats dan Pada tahun 1981, ia Kembali pulang ke Belanda dan bekerja sebagai Penasehat Teknik untuk Pelatih Leo Beenhaker di Ajax Amsterdam. Namun keinginannya untuk bermain di Lapangan Hijau kembali menggeliat, sehingga ia kembali ke Liga Spanyol dan direkrut oleh Levante dengan Status Pinjaman. Namun disana, ia selalu absen karena sering cedera."
Kembali bermain di Ajax dan Berkhianat ke Feyenoord sampai Pensiun (1981-1984)
"Akibat Cedera yang dialaminya di Levante, Pada Desember 1981, Johan Cruyff kembali lagi ke Ajax Amsterdam dengan Status sebagai Pemain. Bersama Ajax Amsterdam, ia total menjuarai Back To Back Liga Eredivisie di Musim 1981/1982 dan 1982/1983. Pada tahun 1983, Ajax Amsterdam secara resmi Tidak memperpanjang kontraknya dengan Johan Cruyff. Hal ini membuat Johan Cruyff marah besar. Akibat kemarahan tersebut, ia pun berkhianat dan direkrut oleh Rival Abadinya Ajax, Feyenoord Rotterdam. Disana ia bertahan selama semusim. Pada musim 1983/1984, Feyenoord berhasil menjuarai Eredivisie dan Piala KNVB. Dan pada tahun 1984, Johan Cruyff resmi Pensiun sebagai seorang Pesepakbola di Usia 37 Tahun."
Kariernya di Timnas Belanda
"Karier Johan Cruyff bersama Timnas Belanda dimulai pada tahun 1966, dikala itu Timnas Belanda berhadapan dengan Cekoslowakia dan Lucunya, Johan Cruyff malah mendapatkan Kartu Merah setelah menekel Pemain Lawan. Kejadian Fenomenal Johan Cruyff tercipta di Piala Dunia 1974, dikala itu Timnas Belanda disponsori oleh Adidas sehingga Jersey Timnas Belanda terdapat 3 Strip. Tetapi Johan Cruyff tidak mau mengenakan 3 Strip tersebut karena Johan Cruyff menjalin Kerjasama dan disponsori oleh PUMA. Maka dari itu, Johan Cruyff menghilangkan 1 Strip di Jerseynya, hingga tersisa 2 Strip dan itu sangat dikenang oleh Para Khalayak. Ada Lagi Momen Johan Cruyff dan Timnas Belanda di Piala Dunia 1974, yakni adalah Taktik "Total Football". Total Football singkatnya adalah Pola permainan yang terus menerus menyerang dengan mengandalkan kemampuan sayap baik dari sisi kiri maupun kanan. Taktik tersebut berhasil mengantarkan Belanda menduduki Laga Final di Piala Dunia 1974. Di Final, mereka harus berhadapan dengan Tuan rumah Jerman Barat. Namun di Final, Belanda harus kalah dengan skor 2-1. Johan Cruyff total membela Belanda kurang lebih 11 Tahun. Dan pada tahun 1978, Johan Cruyff sempat dirumorkan menghilang setelah ketidakikutsertaannya bersama De Oranje di Piala Dunia 1978 di Argentina. Opini yang paling Populer menyatakan bahwa Johan Cruyff dibunuh atau diculik. Namun kenyataannya, ia mengurung dirinya di Rumah dan tidak boleh Pergi ke Argentina sama Istrinya karena Kondisi Argentina yang pada saat itu dikuasai Junta Militer, karena Istrinya takut akan keselamatannya. Di Timnas Belanda, Johan Cruyff berhasil mencetak 33 Gol dari 48 Pertandingan."
Johan Cruyff ketika menjadi Manager
"Setelah Pensiun dari Pemain, Johan Cruyff kemudian berlaih profesi menjadi seorang Manager dan Pelatih Sepakbola. Pada tahun 1985, Karier sebagai Pelatih pun dimulai ketika melatih Tim Ajax Amsterdam. Total di Ajax ia berhasil menciptakan Bintang baru seperti Marco Van Basten dan Dennis Bergkamp. Di Ajax juga, Johan Cruyff kembali menerapkan Taktik Total Footballnya dalam formasi 3-4-3. Setelah di Ajax, Kemudian ia direkrut menjadi Pelatih Barcelona pada 1988. Di Barcelona, Johan Cruyff menjulang Kesuksesannya sebagai Seorang Pelatih. Total ia mempersembahkan 4 Trofi La Liga, 1 Piala Champions, 1 Piala Winners, 1 Copa Del Rey, dan 1 Super Cup. Di Barcelona juga ia bertahan selama 8 Musim sampai tahun 1996."
Meninggal Dunia
"Potret Seorang Fans Barcelona tengah memanjatkan Doa kepada sang Legenda Johan Cruyff yang Tutup Usia pada 2016. (Sumber : ESPN)"
"Johan Cruyff Tutup Usia pada 24 Maret 2016 di Usianya yang ke 68 Tahun karena Kanker Paru-paru yang dideritanya sejak September 2015. Meninggalnya Johan Cruyff sempat membuat Heboh di seluruh Dunia. Semua Khalayak banyak yang memanjatkan Doa bagi sang Legenda. Johan Cruyff adalah seorang Legenda yang patut dijadikan Legasi bagi Generasi Selanjutnya. Nama Johan Cruyff sendiri pada akhirnya diabadikan sebagai Nama Stadion di Amsterdam yakni Johan Cruyff Arena, Kandang Ajax Amsterdam."
Created by : Nalindra Wangsa J
Komentar
Posting Komentar