DIEGO MARADONA : TUMBUH MENJADI ANAK JALANAN, BESAR MENJADI SEORANG LEGENDA

DIEGO MARADONA : TUMBUH MENJADI ANAK JALANAN, BESAR MENJADI SEORANG LEGENDA
"Diego Maradona ketika mengangkat Trofi Piala Dunia bersama Argentina pada Piala Dunia 1986 di Mexico. (Sumber : Wikipedia)"

"Ketika kita membicarakan tentang Pemain Sepakbola yang hebat seperti Cristiano Ronaldo atau Lionel Messi tentu kebanyakan dari kita menganggap Pemain tersebut membawa Dampak yang Sangat Signifikan terhadap Dunia Sepakbola dan Layak dikenang sebagai Legenda Sepakbola di Abad modern ini. Tapi Tahukah Anda? Bahwa jauh sebelum Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi ada. Dunia Sepakbola sempat diwarnai dengan Penampilan Gemilang dari seorang Pemain Sepakbola dari Argentina yang bernama "Diego Armando Maradona". Ia berhasil membawa Argentina Menjuarai Piala Dunia Kedua kalinya di Meksiko sampai diabadikan menjadi Nama Stadion di Italia. Di blog kali ini, Penulis akan Mengupas Tuntas Seputar Diego Maradona, mulai dari Masa Kecilnya yang penuh dengan Kekurangan dan Menjadi Anak Jalanan sampai Ia menjadi Seorang Legenda Sepakbola yang dielu-elukan oleh Penikmat Sepakbola di Seluruh Dunia. Gak usah banyak basa-basi, Yuk langsung aja kita bahas!"

Masa Kecil Diego Maradona
"Potret Maradona ketika Masih kecil di tahun 1970. (Sumber : Semanario Argentino)"

"Diego Armando Maradona" lahir di Kota Lanus, Argentina pada tanggal 30 Oktober 1960. Ia merupakan Anak ke 4 dari 6 Bersaudara. Ia terlahir dari Keluarga yang Kurang Mampu dan Berekonomi Rendah. Jadinya di masa Kecil, Diego Maradona menghabiskan waktunya sebagai Anak Jalanan. Pada saat umur 3 Tahun, ia tertarik menjadi seorang Pesepakbola setelah diberikan Bola oleh Ayahnya di Hari Ulang Tahunnya. Jadinya pada saat itu, Diego Maradona terus melatih Hobinya tersebut hingga Diego tercium bakatnya oleh Klub Argentinos Juniors pada saat Umurnya 10 Tahun. Diego Maradona terus menunjukkan Peforma terbaiknya sebagai Seorang Pesepakbola hingga ia menghabiskan Waktu Mudanya di Argentinos Juniors dari tahun 1976-1981. Disana ia berhasil mencetak 115 Gol dari 176 Laga. Pada Tahun 1981, saat umur Diego menginjak 21 Tahun. Boca Juniors secara resmi meminang Diego Maradona dengan harga 1 Juta Poundsterling sampai tahun 1982. Di Boca, Diego total berhasil mencetak 28 Gol dari 40 Laga."

Diego Maradona di Barcelona (1982-1984) 
"Diego Maradona di Barcelona. (Sumber : FC Barcelona)"

"Setelah Penampilan Apiknya di Piala Dunia 1982, Tim asal Catalan, Barcelona tertarik untuk mendatangkan Diego Maradona ke Camp Nou dengan harga 5 Juta Poundsterling dan memecahkan Rekor Transfer Pada saat itu. Disana total ia mencetak 22 Gol dari 36 Laga. Jumlah tersebut lebih sedikit dibandingkan dengan Karier Klub Maradona sebelumnya. Pasalnya, di Barcelona ia lebih banyak berkutat pada Hal-hal Kontroversial seperti Cedera, Vonis Penyakit, sampai Narkoba ketimbang Prestasinya yang ia berhasil torehkan bersama Blaugrana. Prestasi yang didapatkan Maradona selama berada disana adalah Piala Raja Spanyol 1983, Copa Del Rey 1983, dan Supercoppa Spanyol 1983. Di Barcelona juga, Diego Maradona juga terlibat Kontroversi setelah menjadi Pemicu Perkelahian dengan Pemain Athletic Bilbao, "Andoni Goikoetxea" di Final Copa Del Rey 1984. Pada saat itu, Athletic Bilbao menjadi Juaranya setelah mengandaskan Barcelona dengan skor 1-0. Namun di Laga Final tersebut juga berakhir dengan Kericuhan yang disebabkan oleh Diego Maradona yang menendang Pemain Athletic Bilbao, "Andoni Goikoetxea". Alhasil, Maradona ditarik keluar dari Lapangan dengan Baju yang sudah Lusuh dan Sobek akibat Pertengkaran tersebut. Akibat dari Pertandingan tersebut, Maradona dihukum Larangan Bermain oleh Pihak Federasi Sepakbola Spanyol dan Andoni Goikoetxea dihukum Larangan 10 Kali bermain untuk Athletic Bilbao di Kompetisi Sepakbola Spanyol."

"Masa Keemasan Diego Maradona di Napoli (1984-1991)"
"Diego Maradona ketika berseragam Napoli. (Sumber : Berita Olahraga)"

"Kejadian Pertengkaran tersebut membuat Maradona merasa bahwa Ia Harus Meninggalkan Spanyol. Alhasil, Ia berhasil dilirik oleh Tim Medioker Italia, "SSC Napoli" pada tahun 1984. Berita tersebut sungguh sangat Kontroversial, karena pada saat itu Klub Napoli merupakan Tim Medioker dan Banyak Dikuasai Geng Mafia. Pada akhirnya, Diego Maradona berhasil bergabung dengan Napoli di Tahun 1984 dengan harga 12 Juta Poundsterling yang juga memecahkan Rekor Transfer Dunia pada saat itu. Di Napoli, ia mencapai Prestasi Gemilangnya sebagai seorang Pesepakbola. Disana ia total berhasil mencetak 81 Gol dari 188 Laga. Dan juga Diego berhasil membawa Napoli meraih Gelar Scudetto Pertama kalinya sepanjang sejarah klub yakni Pada musim 1986/1987. Prestasi lainnya adalah Juara Coppa Italia 1986/1987, 1988/1989, UEFA Cup 1989, sampai Scudetto Kedua Napoli yang diraih pada Musim 1989/1990. Nah, dibalik Prestasi Gemilangnya di Napoli, ternyata Diego Maradona juga semakin tenggelam ke Dunia Hitam, yakni Kokain dan Narkoba. Gaya Hidupnya yang sangat tidak terurus, membuat Diego harus mendekam di Dunia Hitam dan Berurusan dengan Pihak Berwajib. Seperti pada tahun 1991, Ketika Maradona telah dinyatakan Positif terhadap Tes Doping sehingga ia dihukum Larangan Bermain selama 15 Bulan. Dan pada tahun 1991, Maradona juga akhirnya Keluar dari Napoli, klub yang sudah membesarkan namanya, karena masalah Finansial dan Pajak yang terus membuntutinya serta Masalah Gaya Hidupnya yang Berantakan."

"Diego Maradona di Usia Renta hingga ia Pensiun. (1992 - 1997)"
"Diego Maradona ketika berseragam Sevilla di Usia Renta. (Sumber : Sky Sports)"

"Setelah ia Keluar dari Napoli pada tahun 1991, ia juga mencari Klub yang sekiranya bisa memperbaiki Kariernya. Pada akhirnya di tahun 1992, Maradona bergabung dengan Klub Sevilla FC. Disana total Ia mencetak 5 Gol saja dari 28 Laga yang dilakoninya. Karier Maradona di Sevilla juga bisa dibilang Menurun Drastis. Disana juga Maradona masih tidak lepas dari Kokain dan Narkoba sehingga Pelatih enggan untuk memasukkannya ke dalam Skuad. Namun meskipun begitu, Maradona juga menjadi Inspirasi Lahirnya Bomber baru Asal Kroasia yang kelak menjadi Pemain yang tersohor di Sevilla dan Real Madrid dan diabadikan menjadi Legenda Kroasia, Pemain tersebut bernama "Davor Suker". Di Sevilla, Maradona hanya bertahan 1 Musim saja dari tahun 1992-1993. Sebelum akhirnya, Ia memutuskan untuk Pulang kampung ke Argentina dan memperkuat Tim Newell's Old Boys dan Boca Juniors dari tahun 1993-1997. Dan Diego Maradona memutuskan untuk Gantung Sepatu pada tahun 1997 di Usia yang ke 37 Tahun."

Karier Internasional bersama Argentina
"Maradona mengangkat Trofi Piala Dunia. (Sumber : Wikipedia)"

"Karier Internasional Diego Maradona bersama Argentina juga bisa dibilang Sangat Spektakuler. Penampilan Perdana Maradona bersama Argentina terjadi pada tahun 1977 dan sempat berpartisipasi serta menjadi Juara Piala Dunia U-20 1979 yang diselenggarakan di Jepang. Disaat itu Maradona dan Argentina pernah membantai Timnas Indonesia dengan skor 5-0. Maradona juga berpartisipasi di Piala Dunia 1982 di Spanyol, namun sayang Argentina gagal Lolos ke Putaran Semi-final setelah di Babak Play-off dikalahkan oleh Brazil dan Italia. Lalu pada Piala Dunia 1986 di Mexico, bisa dibilang ini merupakan Panggung Kehebatan Maradona sebagai seorang Pesepakbola. Diego Maradona berhasil mengantarkan Argentina menjadi Juara Piala Dunia untuk kedua kalinya setelah tahun 1978." Di Piala Dunia 1986 juga, Maradona berhasil menciptakan Gol Kontroversial Tangan Tuhan ketika melawan Inggris di Babak Perempat Final, serta mencetak Gol Terbaik Sepanjang Turnamen dengan melakukan Solo Run dari Tengah Lapangan dan Menggocek 6 Pemain Bertahan Inggris serta Kiper Inggris, Peter Shilton. Akibat Kontribusinya yang besar di Piala Dunia 1986 tersebut, FIFA akhirnya membuat Patung Maradona di Stadion Azteca, Mexico. Serta Gol Solo Run melawan Inggris terpilih sebagai Gol Terbaik Abad Ini versi FIFA."

"Karier Maradona bersama Argentina berlanjut Pada Piala Dunia 1990 di Italia. Di Italia, Maradona dan Argentina harus gugur di Babak Final setelah dikandaskan oleh Jerman Barat dengan skor 1-0 melalui Gol Tunggal Bek Inter Milan, Andreas Brehme. Di Piala Dunia 1990 inilah yang menjadi Pemicu Utama Maradona dibenci oleh Warga Italia. Setelah Maradona dan Argentina berhasil mengalahkan Italia di Babak Semifinal lewat Adu Tendangan Penalti dengan skor 3-4. Berlanjut pada Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat, yang kali ini menjadi Panggung terakhirnya Diego Maradona di Piala Dunia dan juga Timnas Argentina. Pasalnya, Diego Maradona juga terbukti menggunakan Doping yang ada didalam Tubuh Diego ketika dilakukan Tes. Alhasil, Maradona dihukum larangan bermain selama 15 Bulan. Karena hal tersebut, Diego Maradona memutuskan untuk Pensiun sebagai Pemain Timnas Argentina pada 1995."

Kematian Diego Maradona
"Potret Peti Mati Diego Maradona pada saat Kematiannya pada tahun 2020. (Sumber : BBC)"

"Diego Maradona menghembuskan Nafas terakhirnya pada tanggal 25 November 2020 di Rumah Sakit Tigre, Buenos Aires, Argentina di Usia yang ke 60 Tahun. Maradona meninggal akibat Henti Jantung disaat melakukan Operasi Bedah Otak. Hal tersebut sontak menghebohkan Dunia Persepakbolaan kala itu, dan Warga Argentina juga Berduka kehilangan Sosok Legenda Sepakbola yang berhasil menorehkan segalanya Untuk Argentina di Kancah Sepakbola Dunia, terkhususnya menjadi Juara Piala Dunia. Diego Armando Maradona juga diabadikan menjadi Pemain Terbaik Abad ini versi FIFA berdampingan dengan Pele, Johan Cruyff, dan Christian Vieri."

"Sebelum Penulis Tutup Cerita kali ini, Penulis akan memberikan kalian Motivasi agar terus menjaga Pola Gaya Hidup yang Sehat dan tidak terjerumus ke dalam Dunia Hitam. Diego Maradona juga meskipun ia Lincah dalam Memainkan Peran sebagai seorang Pesepakbola. Namun Gaya Hidupnya sangat Berantakan karena terjerumus ke Dunia Hitam seperti Kokain dan Narkoba. Sehingga membuat Karier Sepakbolanya Hancur di Usia Renta. Maka dari itu, di Cerita kali ini juga ada Pelajarannya yang berharga untuk senantiasa menjaga Pola Gaya Hidup yang Sehat."


Created by : Nalindra Wangsa J

Komentar